Kirim Foto Online Picu Kriminalitas Virtual
July 20th, 2007 by ditya4131NEW YORK - 4 persen remaja Amerika yang sering bersosialisasi di internet berani mengirimkan gambar seksi mereka secara online kepada orang yang tidak mereka kenal.
Kimberly J. Mitchell dan Michelle Collins, dosen dari Universitas New Hampshire, mengirimkan
surat elektronik ke beberapa email remaja di Amerika dan juga menelepon mereka, untuk meminta remaja-remaja tersebut mengirimkan foto seksi mereka. Satu dari 25 remaja berani mengirimkan fotonya. Walaupun angka riset ini tergolong kecil tapi sudah mampu memprediksikan perilaku berinternet para remaja di seluruh dunia. Hal ini pula yang memicu adanya potensi kriminal terkait pornografi anak.
Sayangnya edukasi dan nasehat tidak mampu meredam kegiatan mereka untuk bertukar foto seksi kepada orang yang mereka tidak kenal.
“Ini merupakan masalah yang cukup signifikan akibat perkembangan teknologi, yang secara tidak langsung melonggarkan semua hal yang bersifat privasi,” ujar Michelle Collins yang juga Direktur Divisi Eksploitasi Anak di salah satu organisasi milik pemerintah, seperti dikutip Associated Press, Jumat (20/7/2007)
Data ini didapat dari sebuah survei yang dipublikasikan melalui Journal of Adolescent Health. Selain berdasarkan email, studi ini juga melibatkan survei melalui telepon dengan melibatkan 1.500 pengguna internet berusia 10 sampai 17 tahun.
Para periset membutuhkan waktu sekira 3 bulan, Maret sampai Juni 2005, untuk mengumpulkan data ini.
Bahkan menurut Mitchell, angka ini memiliki kemungkinan untuk bertambah seiring dengan maraknya penyebaran kamera ponsel dan perangkat perekam gambar lainnya. (sar)